ACARA COFFE BREAK PROGRAM JAKSA MENYAPA PADA RADIO PUBLIK MIMIKA 102 MHz EDISI SABTU 19 MEI 2018

20
views

Pada hari Sabtu 19 Mei 2018, Kejaksaan Negeri Mimika kembali menyapa seluruh warga Timika Kabupaten Mimika – Papua dimanapun berada dalam Acara Coffe Break Program Jaksa Menyapa pada Radio Publik Mimika FM 102 MHz bersama YASOZISOKHI ZEBUA, SH. Kepala Seksi Intelijen Selaku Ketua TP4D dan Ketua Tim Penerangan Hukum pada Kejaksaan Negeri Mimika didampingi oleh KUKUH NUGROHO, SH dan ARDHI PADMA Y. KOTTAMA, SH  Jaksa Fungsional pada Kejaksaan Negeri Mimika sebagai Nara Sumber dengan Topik “PENEGAKAN HUKUM TERHADAP MIRAS (MIRAS OPLOSAN DAN MINUMAN LOKAL)”, materi simple tetapi cukup menarik dimana Acara Coffe Break Program Jaksa Menyapa dengan materi Penegakan Hukum Terhadap Miras (Miras Oplosan Dan Minuman Lokal) ini sangat menarik perhatian masyarakat Kabupaten Mimika khususnya pendengar setia Radio Publik Mimika dimana sangat banyak masyarakat yang berinteraktif melalui layanan telpon dengan memberikan pertanyaan dan juga memberikan masukkan terhadap penanganan Miras pada Kabupaten Mimika. Selaku Narasumber YASOZISOKHI ZEBUA, SH Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Mimika dalam topik materinya menjelaskan bahwa minuman keras/beralkohol merupakan salah satu permasalahan klasik yang dialami sebagian besar masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, yang mana masalah minuman beralkohol ini dinilai sangat meresahkan bahkan merugikan masyarakat, tindak kejahatan yang terjadi seperti penganiayaan, perampokan, perkelahian, pemerkosaan, bahkan pembunuhan diakibatkan dari bermulanya pelaku mengkonsumsi minuman beralkohol. Untuk diketahui porsentase tindakan kejahatan kriminal yang terjadi di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Mimika pada Kabupaten Mimika adalah sekitar 20% perbuatan kriminal terjadi akibat dari mengkonsumsi minuman keras (minuman beralkohol) yang kebanyakan minuman keras oplosan dan minuman lokal buatan masyarakat, dimana minuman tersebut diproduksi dengan tidak memenuhi standarisasi pembuatan makanan / minuman, sehingga bagi yang mengkonsumsi minuman tersebut sangat berpotensi dan mengakibatkan rawan penyakit seperti kanker pankreas, hati dan penyakit lainnya. Sampai saat ini belum ada aturan yang melarang mengkonsumsi minuman keras (minuman beralkohol) baik minuman berijin atau minuman bermerk maupun minuman oplosan / minuman lokal, akan tetapi ada baiknya pengawasan peredaran minuman keras (minuman beralkohol) yang berijin lebih diperketat sehingga masyarakat tidak terlalu mudah mendapatkan minuman keras beralkohol, dan bagi pelaku yang memproduksi maupun penjual minuman keras (miras) oplosan dan minuman lokal harus ditindak tegas, karena pelaku yang memproduksi maupun penjual minuman keras (miras) oplosan dan minuman lokal perbuatannya selain diatur dalam KUHP juga diatur dalam UU Pangan, UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen. Penegakkan hukum terhadap masalah minuman keras ini sangat penting dengan cara selain memperkuat fungsi peran lingkungan masyarakat juga perlu tindakan tegas seperti menerapkan hukuman maksimal bagi pelaku sehingga adanya efek jera bagi pelaku, kemudian system peradilan pidana yang lebih optimal yaitu adanya sinergis antara aparat penegak hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.